AI Jadi Senjata Siber: Ransomware Cerdas 'PromptLock' Mengintai

AI Jadi Senjata Siber: Ransomware Cerdas 'PromptLock' Mengintai

Smallest Font
Largest Font

Lanskap ancaman siber global memasuki babak baru yang lebih berbahaya dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku kejahatan digital. AI kini tak hanya alat bantu, namun menjadi otak di balik serangan siber yang makin canggih dan sulit dideteksi.

Temuan ini terungkap dalam ESET Threat Report H2 2025, yang menyoroti periode Juni hingga November 2025. Laporan tersebut mengungkap kemunculan berbagai ancaman baru, termasuk ransomware berbasis AI, penipuan online, dan serangan mobile yang semakin kompleks.

Ransomware Berbasis AI: Era Baru Kejahatan Siber

Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah kemunculan PromptLock, yang disebut sebagai ransomware berbasis AI pertama. Berbeda dengan ransomware konvensional, PromptLock mampu menghasilkan skrip berbahaya secara dinamis, membuat serangan lebih adaptif, cepat, dan sulit diprediksi.

Ini menandai pergeseran besar, di mana AI tidak lagi sekadar alat pendukung kejahatan, melainkan sudah menjadi "otak" di balik serangan siber.

"Selama ini AI banyak digunakan untuk membuat konten phishing atau scam agar terlihat semakin meyakinkan. Namun kehadiran ransomware berbasis AI seperti PromptLock menunjukkan arah ancaman yang jauh lebih serius," kata CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Yudhi menambahkan, fenomena ini harus menjadi alarm, terutama bagi Indonesia yang tengah gencar mendorong transformasi digital.

Evolusi Penipuan Online dan Investasi Bodong

ESET juga mencatat evolusi masif pada penipuan online dan investasi bodong. Salah satu yang paling menonjol adalah Nomani scam, yang mengalami peningkatan deteksi hingga 62 persen secara tahunan.

Pelaku memanfaatkan deepfake berkualitas tinggi, situs phishing buatan AI, hingga iklan digital berumur sangat singkat agar lolos dari sistem pendeteksian.

Lonjakan Serangan Ransomware

Skala serangan ransomware semakin mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, jumlah korban ransomware telah melampaui total sepanjang 2024, bahkan sebelum tahun berakhir.

ESET memproyeksikan kenaikan hingga 40 persen secara year-on-year. Model ransomware-as-a-service semakin matang, dengan Akira dan Qilin mendominasi, sementara pendatang baru seperti Warlock membawa teknik pengelakan yang lebih canggih.

Target Ransomware Meluas

Target ransomware kini tidak lagi terbatas pada perusahaan besar. UKM, institusi pendidikan, layanan kesehatan, hingga individu menjadi sasaran empuk, terutama mereka yang belum memiliki sistem keamanan berlapis dan literasi keamanan digital yang memadai.

Ancaman di Ranah Mobile Meningkat

Ancaman juga meningkat di ranah mobile. ESET mencatat lonjakan 87 persen pada serangan berbasis Near Field Communication (NFC) di paruh kedua 2025.

Malware lama seperti Ngate berevolusi dengan kemampuan pencurian kontak, sementara malware baru bernama RatOn menggabungkan fungsi remote access trojan dengan serangan relay NFC.

Modus penyebarannya pun licik, lewat halaman Google Play palsu dan iklan yang menyamar sebagai aplikasi populer, termasuk layanan perbankan digital.

Infostealer Baru Menggantikan yang Lama

Sementara beberapa infostealer lama seperti Lumma Stealer mengalami penurunan drastis, kekosongan tersebut cepat diisi oleh malware baru. CloudEyE (GuLoader) melonjak hampir 30 kali lipat dan kerap digunakan sebagai pintu masuk bagi ransomware dan pencurian data lanjutan.

Pentingnya Keamanan Digital

Temuan ESET menegaskan bahwa ancaman siber kini bergerak lebih cepat, lebih cerdas, dan semakin sulit dideteksi. Bagi Indonesia, yang tengah mengakselerasi ekonomi digital dan adopsi AI lintas sektor, peringatan ini tidak bisa dianggap sepele.

Keamanan digital bukan lagi sekadar urusan teknologi, melainkan soal kesiapan menghadapi era baru kejahatan siber berbasis AI.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow