Amazon di Ambang 'Hypertropis': Perubahan Iklim Ekstrem Mengancam Paru-Paru Dunia
Hutan hujan Amazon, yang dikenal sebagai paru-paru dunia, menghadapi ancaman serius akibat perubahan iklim ekstrem. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa Amazon sedang menuju kondisi 'hypertropis', sebuah iklim yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern Bumi, akibat kekeringan yang semakin intens dan sering terjadi.
Kondisi 'Hypertropis' Mengancam Amazon
Studi internasional yang menganalisis data iklim dan vegetasi selama lebih dari 30 tahun di Amazon menunjukkan perubahan dramatis. Pola kekeringan dan suhu telah mencapai batas toleransi ekosistem hutan tropis ini.
Jeff Chambers, Profesor Geografi di University of California, Berkeley, menjelaskan bahwa 'hypertropis' menggambarkan kondisi panas dan kering yang belum pernah dialami Bumi dalam sejarah terbaru.
"Ketika kekeringan panas seperti ini terjadi, itulah iklim yang kami kaitkan dengan hutan hypertropis, karena berada di luar batas apa yang kita anggap sebagai hutan tropis saat ini," kata Chambers dikutip dari Science Alert.
Perubahan ini menandakan transisi Amazon menuju iklim yang lebih kering dan panas, bukan lagi sekadar fluktuasi musim biasa.
Dampak Kekeringan pada Pohon
Penelitian memprediksi bahwa periode kekeringan panas akan semakin umum, bahkan selama musim basah. Kondisi ini menyebabkan pohon mengalami dua masalah utama.
Gagal Hidraulik
Pohon mengalami gagal hidraulik, di mana gelembung udara menghambat aliran air dalam jaringan pohon.
Kelaparan Karbon
Stomata daun menutup untuk menghemat air, namun ini menghambat kemampuan pohon menyerap CO₂ yang penting untuk fotosintesis atau disebut juga kelaparan karbon.
Kerentanan Pohon dan Hutan Sekunder
Studi menunjukkan bahwa pohon yang tumbuh cepat dengan densitas kayu rendah lebih rentan mati dibandingkan pohon berdensitas tinggi.
"Kami menunjukkan bahwa pohon yang tumbuh cepat dengan densitas kayu rendah lebih rentan, mati dalam jumlah lebih besar dibanding pohon berdensitas tinggi," ujar Chambers.
Hutan sekunder, yang mudah tumbuh kembali setelah gangguan, menjadi lebih terancam karena mayoritas pohonnya termasuk kelompok yang rentan.
Ancaman Global dan Pentingnya Aksi Nyata
Para peneliti memperkirakan kondisi hypertropis akan meluas di Amazon dan berpotensi muncul di hutan hujan tropis Afrika dan Asia jika pemanasan global terus berlanjut.
Peran Amazon Berubah
Jika tren ini berlanjut, Amazon dapat berhenti menjadi penyerap karbon dan justru melepaskan lebih banyak CO₂ ke atmosfer akibat banyaknya pohon mati. Hal ini akan mengurangi kemampuan hutan dalam mendukung keanekaragaman hayati.
Dampak Iklim Global
Perubahan ini akan menimbulkan dampak iklim global yang serius, mengingat peran Amazon sebagai penyeimbang utama siklus karbon planet.
Chambers menekankan bahwa skenario terburuk ini masih dapat dihindari.
"Semua tergantung pada apa yang kita lakukan. Jika kita terus memancarkan gas rumah kaca sebanyak yang kita mau tanpa kontrol, maka kita akan menciptakan iklim hypertropis ini lebih cepat," ujar Chambers.
Kesimpulan
Hutan Amazon sedang menuju kondisi iklim ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya. Transisi ke hypertropical state adalah pengingat mendesak akan realitas perubahan iklim. Aksi nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca harus segera dilakukan untuk menghindari skenario terburuk.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow