AS Kebingungan Dikejar Drone Misterius, Diduga Mata-Mata China!
Amerika Serikat (AS) menghadapi ancaman serius dengan munculnya drone misterius yang berulang kali terlihat di atas markas militer dan fasilitas energi nuklir. Insiden ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pejabat Pentagon dan aparat kepolisian setempat.
Misteri Drone yang Menghantui Langit Amerika
Drone-drone canggih itu dilaporkan terbang dalam formasi teratur di atas Pangkalan Angkatan Udara Langley di Virginia dan lokasi sensitif lainnya. Kemunculan berulang selama berminggu-minggu mengindikasikan kemampuan koordinasi dan daya tahan baterai di atas rata-rata drone komersial.
Sulit Dideteksi Radar
Drone-drone ini beroperasi dengan senyap dan sulit terdeteksi oleh radar konvensional, sehingga menimbulkan kecurigaan keterlibatan teknologi dari China. Dominasi China dalam industri drone global semakin memperkuat spekulasi ini.
Dilema Kepolisian AS: Antara Keamanan Nasional dan Kebutuhan Operasional
Di tengah ancaman ini, kepolisian AS menghadapi dilema. Pemerintah pusat mendorong pelarangan drone buatan China, terutama DJI, karena khawatir adanya celah mata-mata. Namun, kepolisian daerah merasa kesulitan karena drone buatan AS dan sekutu lebih mahal dan teknologinya tertinggal.
Keterbatasan Teknologi Lokal
Salah seorang pejabat kepolisian mengungkapkan kekhawatiran bahwa pelarangan drone China akan mengurangi kemampuan mereka dalam memantau situasi darurat dan mengejar pelaku kejahatan.
"Jika kami dilarang menggunakan drone China, kemampuan kami untuk memantau situasi darurat atau mengejar pelaku kejahatan akan berkurang drastis," ungkap salah satu pejabat kepolisian dalam laporan tersebut.
Mengapa Drone Misterius Tidak Ditembak Jatuh?
Publik AS bertanya-tanya mengapa militer tidak menembak jatuh drone-drone tersebut. Ternyata, hukum federal AS melarang tindakan tersebut kecuali ada ancaman langsung terhadap nyawa manusia. Penggunaan teknologi pengacau sinyal juga dikhawatirkan mengganggu komunikasi sipil dan navigasi pesawat komersial.
Celah Hukum Dimanfaatkan
Operator drone misterius memanfaatkan celah hukum dan regulasi ini. Mereka menyadari bahwa selama tidak ada serangan fisik, militer AS hanya bisa memantau pergerakan mereka.
Ancaman Spionase dan Pengumpulan Data
Washington mencurigai bahwa drone-drone ini adalah alat spionase canggih yang mengumpulkan data tentang tata letak pangkalan militer, pola penjagaan, dan infrastruktur energi. Data ini dapat dengan mudah dikirim ke server di luar negeri.
Penolakan dari China
China membantah keterlibatan mereka melalui kementerian luar negerinya. Namun, AS tetap khawatir karena DJI menguasai lebih dari 70% pasar drone dunia dan berpotensi diperintah untuk mengumpulkan data dari drone yang digunakan oleh instansi pemerintah AS.
Upaya Kongres Mengatasi Ketakutan
Kongres AS sedang mempertimbangkan undang-undang untuk memberikan subsidi kepada departemen kepolisian agar beralih ke drone non-China. Namun, proses ini membutuhkan waktu, sementara drone misterius terus bergentayangan.
Ironi di Balik Kekuatan Militer AS
Negara dengan anggaran militer terbesar di dunia ternyata kebingungan menghadapi drone kecil yang mampu menembus pertahanan paling rahasia mereka.
Perang Asimetris di Era Drone
Fenomena drone China ini menandai babak baru dalam perang asimetris. Tanpa tembakan, drone-drone ini berhasil mengekspos kerentanan infrastruktur dan hukum di AS.
Kontrol Langit Jadi Prioritas
Tantangan terbesar bagi polisi dan militer AS adalah mengendalikan langit di atas mereka. Selama AS belum mampu menciptakan teknologi drone yang setara dengan harga yang kompetitif, mereka akan terus dihantui ketakutan terhadap teknologi dari Timur.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow