Strategi AS Gagal, China Makin Mandiri di Industri Chip AI
Upaya Amerika Serikat untuk menghambat akses China terhadap chip AI (Artificial Intelligence) mutakhir tampaknya menemui jalan buntu. Alih-alih melumpuhkan, langkah ini justru memacu China untuk semakin mandiri dan menarik minat investor global ke sektor teknologi dalam negeri.
Investor Global Beralih ke Teknologi China
Reuters melaporkan adanya pergeseran modal dari investor global menuju perusahaan teknologi China. Pemicunya adalah kekhawatiran akan potensi pecahnya "gelembung" (bubble) AI di Wall Street.
Walaupun kemampuan AI perusahaan teknologi China masih sedikit di bawah perusahaan AS, investor melihat potensi besar di dalamnya. Meningkatnya permintaan saham teknologi China didorong oleh ambisi pemerintah Beijing untuk mencapai kemandirian teknologi.
Sektor Teknologi China Dinilai Menarik
Laporan UBS Global Wealth Management awal bulan ini memberikan peringkat "paling menarik" bagi sektor teknologi China, yang merupakan peringkat tertinggi dalam penilaian kelas aset global mereka. Peneliti UBS menyoroti daya tarik sektor ini, termasuk dukungan kebijakan pemerintah yang kuat, kemandirian teknologi, dan monetisasi AI yang cepat.
"Sektor teknologi China meningkatkan inovasi secara besar-besaran pada tahun 2025, dengan kemajuan signifikan di seluruh rantai nilai AI. Model AI baru China telah menunjukkan kepemimpinan teknologi, dan kebijakan yang suportif memperkuat ketahanan ekosistemnya," tulis laporan tersebut seperti dikutip dari Futurism.
Perusahaan Investasi Mulai Berinvestasi di Raksasa Teknologi China
Firma investasi institusional seperti Ruffer dari Inggris mulai meningkatkan investasi di perusahaan teknologi raksasa China seperti Alibaba. Mereka juga menjalankan strategi untuk membatasi investasi pada perusahaan teknologi papan atas AS.
"Meski AS tetap menjadi pemimpin dalam AI garis depan, China cepat memperkecil jarak. Celah keunggulannya mungkin tak selebar atau sedalam yang dipikirkan banyak orang. Lanskap kompetitif sedang bergeser," kata Gemma Cairns-Smith, spesialis investasi di Ruffer.
Kebijakan Anti-China Era Trump dan Biden
Perubahan sikap investor ini terjadi setelah bertahun-tahun kebijakan perdagangan anti-China yang diterapkan oleh Presiden Joe Biden dan Donald Trump. Upaya untuk membatasi akses perusahaan teknologi China ke chip AI buatan Nvidia mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Trump.
Pembatasan Ekspor Chip AI ke China
Pada April lalu, Trump memberlakukan pembatasan perdagangan baru terhadap penjualan chip AI Nvidia tertentu ke China, termasuk chip H20 yang performanya telah diturunkan khusus untuk pasar China. China membalas dengan melarang perusahaan teknologi papan atas mereka mengimpor chip Nvidia, sehingga memberikan dorongan besar bagi produsen chip domestik.
Pembatalan Keputusan Terkait Chip H20
Trump kemudian membatalkan keputusan terkait chip H20 pada awal Desember, namun dampaknya mungkin sudah terlanjur terjadi. China diprediksi akan semakin kuat dalam industri chip dan AI.
China Semakin Kuat di Industri Chip dan AI
Langkah-langkah pembatasan yang diambil AS, alih-alih menghambat, justru menjadi katalis bagi China untuk memperkuat kemandiriannya di industri chip dan AI. Investasi yang mengalir ke perusahaan teknologi China menjadi bukti bahwa strategi AS perlu dievaluasi kembali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow