Fenomena Astronomi Januari: Hujan Meteor hingga Bulan Purnama Serigala
Bulan Januari menjanjikan pertunjukan langit yang memukau. Pengamat langit akan disuguhi hujan meteor Quadrantids, penampakan planet Venus yang terang, fase Bulan Purnama yang dikenal sebagai Wolf Moon, hingga oposisi Mars yang mempesona.
Jadwal Lengkap Fenomena Astronomi Januari
Berikut adalah rangkuman peristiwa langit utama yang dapat dinikmati sepanjang Januari:
Hujan Meteor Quadrantids (1-5 Januari)
Hujan meteor Quadrantids membuka tahun dengan potensi hingga 40 meteor per jam pada puncaknya. Hujan meteor ini diperkirakan berasal dari butiran debu komet punah 2003 EH1.
Waktu terbaik untuk menyaksikan Quadrantids adalah setelah tengah malam dari lokasi yang gelap. Meteor akan tampak memancar dari rasi Bootes, tetapi dapat muncul di seluruh penjuru langit.
Venus pada Elongasi Timur Terbesar (10 Januari)
Pada 10 Januari, Venus mencapai elongasi timur terbesar, berjarak 47,2 derajat dari Matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk mengamati Venus karena posisinya paling tinggi di atas horizon saat senja. Venus akan tampak sangat terang di langit barat setelah Matahari terbenam dan mudah dikenali dengan mata telanjang.
Fase Bulan Purnama dan Julukan Uniknya
Wolf Moon (13 Januari)
Fase Bulan Purnama terjadi pada 13 Januari pukul 22.28 UTC. Bulan purnama Januari dikenal oleh suku asli Amerika Utara sebagai Wolf Moon karena pada periode ini, serigala yang kelaparan sering melolong di sekitar permukiman. Bulan ini juga dikenal dengan sebutan Old Moon dan Moon After Yule.
Mars pada Posisi Oposisi (16 Januari)
Pada 16 Januari, Mars berada pada posisi oposisi, yang berarti planet ini berada paling dekat dengan Bumi dan sepenuhnya diterangi Matahari. Pada momen ini, Mars akan tampak paling terang sepanjang tahun dan dapat diamati sepanjang malam.
Ini merupakan waktu terbaik untuk mengamati dan memotret Mars. Dengan teleskop ukuran sedang, pengamat dapat melihat beberapa detail gelap di permukaan Mars yang berwarna jingga kemerahan.
Menutup Januari dengan Bulan Baru
Fase Bulan Baru (29 Januari)
Januari ditutup dengan fase Bulan Baru pada 29 Januari pukul 12.37 UTC. Pada fase ini, Bulan berada di sisi yang sama dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam. Kondisi tanpa cahaya Bulan menjadikan momen ini waktu terbaik untuk mengamati objek langit redup seperti galaksi dan gugus bintang.
Januari menjadi bulan ideal bagi pengamat langit dengan kombinasi hujan meteor, planet yang mudah diamati, serta fase Bulan yang mendukung. Temukan lokasi gelap dan langit cerah untuk menikmati pertunjukan kosmik ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow