Galaxy Z TriFold Bikin Samsung Rugi? Ini Analisisnya!
Samsung menggemparkan pasar dengan Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga pertama mereka. Namun, di balik kemewahan dan harganya yang fantastis, muncul kabar bahwa Samsung merugi untuk setiap unit yang terjual.
Laporan dari Korea Selatan Ungkap Biaya Produksi Lebih Tinggi
Media Korea Selatan, The Bell, melaporkan bahwa biaya produksi Galaxy Z TriFold lebih tinggi dari harga jualnya di pasar domestik. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana ponsel mahal bisa dijual rugi.
Harga Jual vs Biaya Produksi
Di Korea Selatan, Galaxy Z TriFold dijual sekitar USD 2.440 atau sekitar Rp 40 jutaan. Namun, biaya produksinya dilaporkan melebihi angka tersebut.
Prioritaskan Inovasi daripada Keuntungan?
Strategi ini kontras dengan kebiasaan Samsung yang menekan biaya komponen untuk menjaga margin keuntungan. Pada Galaxy Z TriFold, inovasi teknologi tampaknya menjadi prioritas utama.
Bukan Produk Massal
Galaxy Z TriFold bukanlah produk massal dan hanya dijual terbatas di pasar tertentu.
Showcase Teknologi Samsung
Galaxy Z TriFold lebih berfungsi sebagai technology showcase untuk menunjukkan kemampuan teknis Samsung di segmen ponsel lipat. Tujuan utamanya bukan keuntungan langsung, melainkan memperkuat citra sebagai pemimpin inovasi.
Harga di Luar Korea Selatan Lebih Tinggi
Harga Galaxy Z TriFold di luar Korea Selatan justru lebih tinggi. Di Uni Emirat Arab (UAE), harganya mencapai USD 3.260.
Subsidi Silang?
Perbedaan harga ini menimbulkan dugaan subsidi silang. Harga tinggi di pasar tertentu digunakan untuk menutupi kerugian di pasar domestik. Strategi ini umum untuk produk eksperimental dengan volume terbatas.
Tantangan Harga Galaxy S26
The Bell menyoroti tantangan Samsung dalam menentukan harga seri Galaxy S26. Biaya komponen utama seperti memori, panel OLED, dan modul kamera dilaporkan naik signifikan.
Penggunaan Chipset Snapdragon
Strategi penggunaan prosesor juga memengaruhi biaya. Samsung diperkirakan akan menggunakan kombinasi Snapdragon dari Qualcomm dan Exynos buatan sendiri. Snapdragon disebut akan mendominasi hingga 75 persen produksi Galaxy S26.
Ketergantungan pada Snapdragon Tekan Keuntungan?
Chipset Snapdragon lebih mahal dari Exynos dengan performa setara. Ketergantungan yang lebih besar pada Snapdragon berpotensi menekan margin keuntungan Samsung.
Harga Penerus Galaxy S25 Akan Naik?
Analis memprediksi bahwa jika Samsung tidak menekan biaya produksi, harga penerus Galaxy S25 kemungkinan akan naik.
Langkah Samsung Dinantikan
Para analis industri kini menunggu langkah Samsung dalam menyeimbangkan inovasi, biaya produksi, dan strategi harga pada peluncuran Galaxy S26.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow