Kemhan dan ITSEC Asia Gelar Pelatihan Keamanan Siber Hadapi Ancaman AI
Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama ITSEC Asia menggelar pelatihan untuk memperkuat keamanan siber Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ancaman kecerdasan buatan (AI) yang semakin meningkat, mengingat dunia digital kini menjadi medan tempur baru bagi kedaulatan negara.
Kolaborasi Kemhan dan ITSEC Asia Perkuat Keamanan Siber Nasional
Kolaborasi antara PT ITSEC Asia Tbk dan Kementerian Pertahanan menandai langkah penting dalam sejarah keamanan siber nasional. Perusahaan dengan kode saham CYBR ini berhasil mengamankan kontrak kerja sama senilai 60 juta dolar AS atau setara dengan Rp944,22 miliar untuk penyediaan infrastruktur dan pelatihan teknologi AI khusus untuk kebutuhan militer.
Tujuan Utama Kerja Sama
Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah menyelenggarakan pelatihan intensif bagi personel Kemhan dalam memanfaatkan AI untuk mendeteksi, menganalisis, dan menangani serangan siber secara proaktif.
Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Joseph Edi Hut Lumban Gaol, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah kontribusi nyata swasta terhadap negara.
"Kerja sama ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung penguatan infrastruktur keamanan siber nasional, khususnya di lingkungan Kementerian Pertahanan," ujar Joseph Edi Hut Lumban Gaol seperti dikutip dari Liputan6.
Transfer Pengetahuan dan Modernisasi Militer
Program ini diharapkan dapat menghasilkan transfer pengetahuan yang mendalam, sehingga Kemhan tidak hanya memiliki perangkat keras canggih, tetapi juga operator dengan intuisi digital tajam berbasis data. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam modernisasi militer yang kini merambah ke persenjataan digital.
Pemanfaatan AI dalam Pelatihan
Penggunaan AI dalam pelatihan ini mencakup berbagai aspek fundamental hingga tingkat lanjut dalam domain keamanan siber. AI digunakan untuk mempercepat identifikasi pola serangan yang tersembunyi di balik lalu lintas data yang normal. Dalam pertahanan modern, kecepatan reaksi sangat penting. Sistem berbasis AI yang dilatih dengan benar dapat menganalisis log aktivitas dalam hitungan detik.
Otomasi Respons Insiden dan Pertahanan Aktif
Program ini juga memperkenalkan sistem otomasi respons insiden, yang memungkinkan sistem pertahanan untuk melakukan isolasi mandiri otomatis saat terdeteksi upaya penyusupan.
Joseph Edi Hut Lumban Gaol menjelaskan pentingnya adopsi teknologi ini dalam menghadapi ancaman global.
"Dengan pemanfaatan teknologi AI, kami berharap dapat membantu Kemhan dalam mendeteksi dan merespons ancaman siber secara lebih cepat dan akurat," ungkap Joseph seperti yang dilansir dari Antaranews.
Machine Learning untuk Pertahanan Dinamis
Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai machine learning yang memiliki kemampuan untuk terus berkembang. Sistem pertahanan Indonesia akan bersifat dinamis dan mampu belajar dari setiap percobaan serangan, menciptakan ekosistem pertahanan aktif.
Membangun Kapasitas Bangsa di Ruang Siber
Program pelatihan AI oleh PT ITSEC Asia Tbk untuk Kementerian Pertahanan adalah respons tepat terhadap ancaman global. Kerja sama ini adalah upaya membangun kapasitas bangsa di ruang siber. Dengan memadukan kecanggihan AI dan keahlian manusia, Indonesia membangun fondasi pertahanan yang lebih cerdas dan tangguh. Implementasi program ini penting agar Indonesia tetap aman dan berdaulat di era digital, memastikan wilayah digital nasional terlindungi dengan teknologi terdepan.
Langkah ini mengingatkan bahwa ada benteng pertahanan yang terus diperkuat di balik layar gadget dan sistem yang digunakan. Dengan personel yang makin mahir menguasai AI, Indonesia siap menjaga keamanan bangsa di dunia digital.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow