SDM Jadi Kunci, Pelatihan Siber Digelar Hadapi Ancaman AI
Ancaman siber global semakin canggih dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). PT ITSEC Cyber Academy menggandeng PT Republik Technetronic Nusantara (RTN) untuk menyelenggarakan pelatihan keamanan siber dan AI, sebagai langkah memperkuat sumber daya manusia dalam menghadapi ancaman tersebut.
Latar Belakang Kerja Sama ITSEC dan RTN
PT ITSEC Cyber Academy (ITSEC Cyber & AI Academy) menjalin kerja sama dengan PT Republik Technetronic Nusantara (RTN), penyedia layanan bagi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dengan menandatangani kontrak pada 24 Desember 2025.
ITSEC Cyber & AI Academy, yang 99% sahamnya dimiliki oleh PT CYBR, akan menyelenggarakan pelatihan keamanan siber dan kecerdasan buatan berstandar internasional.
Tujuan dan Nilai Kontrak Pelatihan
Program pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan kemampuan praktikal dan pemahaman terkini mengenai lanskap ancaman siber global, termasuk pemanfaatan AI. Nilai kontrak kerja sama ini mencapai USD 60 juta dengan periode pelaksanaan selama empat tahun.
Dampak Strategis Kerja Sama Menurut CYBR
Manajemen CYBR menilai kerja sama ini memperkuat portofolio bisnis perusahaan dan mencerminkan perubahan pendekatan dalam menghadapi ancaman siber. Pengembangan kapabilitas SDM menjadi fokus utama seiring meningkatnya kompleksitas serangan berbasis AI.
Kurikulum Pelatihan Terintegrasi
Pendekatan yang Digunakan
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, menjelaskan bahwa pelatihan ini menggabungkan penguasaan teknologi perangkat lunak dan keras dalam kerangka pembelajaran terintegrasi.
Manfaat Program Pelatihan
Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesiapan operasional dan ketahanan jangka panjang melalui kurikulum adaptif.
AI Sebagai Pedang Bermata Dua dalam Keamanan Siber
Patrick menyoroti bahwa AI dapat memperkuat sistem pertahanan, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Institusi perlu SDM yang mampu memahami dan menerapkan teknologi secara strategis.
"Ke depan, ancaman siber diproyeksikan semakin kompleks, terorganisir dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan tidak hanya digunakan sebagai alat pertahanan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku ancaman untuk meningkatkan skala dan kecanggihan dari serangan," jelas Patrick, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Peran Kementerian Pertahanan RI
Kementerian Pertahanan RI berperan sebagai *end-user* melalui RTN, sementara ITSEC Cyber & AI Academy bertindak sebagai pelaksana pelatihan. CYBR membuka peluang penerapan model pelatihan serupa di kementerian dan lembaga lain.
Urgensi Investasi Talenta Digital Berbasis AI
Di tengah meningkatnya ancaman siber global, investasi pada pengembangan talenta digital berbasis AI menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga ketahanan sistem nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow