Kisah Inspiratif: Pria Lumpuh Ciptakan Pertanian Cerdas dengan Satu Jari

Kisah Inspiratif: Pria Lumpuh Ciptakan Pertanian Cerdas dengan Satu Jari

Smallest Font
Largest Font

Keterbatasan fisik tak menghalangi Li Xia, pria lumpuh dari Chongqing, China, untuk berkarya. Dengan dukungan teknologi dan ibunya, ia berhasil membangun sistem pertanian pintar yang mengubah hidupnya.

Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang

Li Xia, yang hanya mampu menggerakkan satu jari dan satu jempol kaki, membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan menuju kemandirian. Bersama ibunya, ia mewujudkan impiannya membangun pertanian pintar (smart farm).

Sejak usia lima tahun, Li menderita distrofi otot yang menyebabkan otot-ototnya melemah secara progresif. Kondisi ini memaksanya berhenti sekolah dan menjalani hidup dengan keterbatasan yang semakin berat.

Semangat Belajar yang Tak Padam

Meski tak bisa melanjutkan pendidikan formal, Li tak pernah menyerah. Ia belajar komputer secara otodidak melalui buku pelajaran milik adik perempuannya.

"Setiap konsep komputer di buku itu membuat saya terpesona. Saya membacanya berulang kali," ujar Li kepada CCTV.

Titik Balik di Tahun 2021

Setelah mempelajari pemrograman komputer melalui forum daring, kondisi fisik Li terus memburuk. Ia bahkan sempat koma pada tahun 2020.

Awal 2021 menjadi titik balik ketika Li menemukan konsep hidroponik. Ide untuk menggabungkan Internet of Things (IoT) dengan pertanian modern pun muncul.

Membangun Pertanian dengan Satu Jari

Dengan bantuan keyboard virtual, Li menulis kode program dan mengembangkan sistem kontrol pintar untuk mengatur berbagai aspek pertanian, seperti suhu, kelembapan, irigasi, dan pencahayaan tanaman.

Semua ini ia lakukan dari atas ranjang, sambil terhubung ke ventilator, hanya dengan satu jari dan satu jempol kaki.

Peran Sang Ibu dalam Kesuksesan Li

Di balik keberhasilan Li, ada sosok ibunya, Wu Dimei, yang menjadi pilar utama. Sejak bercerai pada 2017, Wu merawat Li seorang diri dan melakukan semua pekerjaan fisik di lapangan berdasarkan instruksi Li.

Belajar Teknologi Demi Sang Anak

Awalnya, Wu tak memahami dunia teknologi. Namun, demi mendukung impian anaknya, ia belajar menyolder papan kontrol, memasang kabel jaringan, hingga merawat perangkat pertanian.

"Ibu saya sekarang bisa melakukan segalanya," kata Li.

"Meski ia tak paham teorinya, ia tahu persis cara menyambung kabel dan memasang semuanya."

Inovasi Kendaraan Tanpa Pengemudi

Salah satu pencapaian mereka yang mencuri perhatian adalah merakit kendaraan tanpa pengemudi berpengendali jarak jauh untuk membantu pengambilan dan pengiriman hasil panen.

Yuchen Farm yang Menghasilkan Keuntungan

Pertanian mereka, Yuchen Farm, kini berjalan stabil dan menghasilkan keuntungan. Berlokasi di Desa Shiping, Kota Mu'er, Distrik Yubei, Chongqing, pertanian ini berfokus pada budidaya sayuran hidroponik, seperti seledri.

Rencana Pengembangan Selanjutnya

Li berencana mengembangkan teknologi baru dan melakukan diversifikasi produk, termasuk menanam tomat ceri dengan sistem pertanian pintar yang lebih canggih.

Kisah yang Viral dan Menginspirasi

Kisah Li dan ibunya menjadi viral setelah dilaporkan CCTV, menyentuh hati jutaan warganet di China. Banyak yang memuji keteguhan hati sang ibu dan kegigihan Li.

"Dari hanya punya satu jari hingga menjadi pengusaha, ia membuktikan hidup penuh kemungkinan," tulis seorang netizen.

Yang lain berkomentar, "Ini makna sejati pepatah: seorang ibu menjadi kuat demi anaknya."

Teknologi Memberdayakan Disabilitas

Kisah Li Xia menunjukkan bagaimana teknologi dapat memberdayakan penyandang disabilitas, membuka peluang ekonomi baru, dan menghadirkan harapan di sektor pertanian pintar. Dengan tekad dan dukungan keluarga, keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow