Xiaomi di Ujung Tanduk, Terancam Masuk Daftar Hitam Militer AS

Xiaomi di Ujung Tanduk, Terancam Masuk Daftar Hitam Militer AS

Smallest Font
Largest Font

Raksasa teknologi asal China, Xiaomi, menghadapi tekanan baru dari Amerika Serikat. Perusahaan ini terancam masuk daftar hitam militer AS, yang dapat merusak citra merek dan menghambat ekspansi global mereka.

Ancaman dari Washington Mengintai Xiaomi

Sembilan regulator dan anggota parlemen AS dari Partai Republik mengirimkan surat kepada Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, mendesak Pentagon untuk memasukkan Xiaomi ke dalam daftar Section 1260H. Daftar ini berisi perusahaan yang dianggap terkait dengan militer China.

Masuknya ke daftar ini menandakan bahwa pemerintah AS menganggap Xiaomi sebagai "perusahaan militer China yang beroperasi di Amerika Serikat".

Dugaan Keterlibatan dengan Militer China

Tuduhan utama terhadap Xiaomi adalah dugaan dukungan mereka terhadap modernisasi militer China. Meskipun Xiaomi mengklaim sebagai perusahaan swasta yang fokus pada perangkat konsumen, regulator AS memiliki pandangan berbeda.

Daftar Hitam Militer: Apa Artinya?

Daftar 1260H tidak otomatis melarang perdagangan atau penggunaan layanan Google. Namun, daftar ini menjadi "peringatan merah" bagi lembaga pemerintah AS dan kontraktor militer.

Dampak Bagi Ambisi Xiaomi

Bagi Xiaomi, yang memiliki ambisi besar di pasar kendaraan listrik (EV) dan perangkat rumah pintar, cap "militer" dari AS akan menjadi hantaman keras bagi citra merek mereka.

Kebijakan Konfrontatif AS Terhadap Teknologi China

Ancaman terhadap Xiaomi muncul di tengah kebijakan agresif Donald Trump, termasuk perubahan nama Kementerian Pertahanan menjadi Kementerian Perang.

Perubahan ini menandakan bahwa AS akan lebih konfrontatif terhadap kekuatan teknologi China. Anggota parlemen berpendapat bahwa teknologi China dapat digunakan untuk spionase atau memperkuat kapabilitas tempur Beijing.

Riwayat Xiaomi Berurusan dengan Daftar Hitam AS

Ini bukan pertama kalinya Xiaomi berurusan dengan daftar hitam AS. Pada 2021, Xiaomi sempat dimasukkan ke dalam daftar serupa.

Xiaomi kemudian menggugat pemerintah AS dan berhasil menang di pengadilan federal. Hakim memutuskan bahwa bukti yang diajukan Pentagon sangat lemah. Akibatnya, Xiaomi dikeluarkan dari daftar hitam.

Implikasi Bagi Pengguna Xiaomi di Indonesia

Bagi pengguna HP Xiaomi di Indonesia, kabar ini menimbulkan kekhawatiran. Namun, ancaman ini baru bersifat administratif.

Berbeda dengan kasus Huawei, status Section 1260H pada tahap awal lebih berdampak pada aspek investasi dan kontrak pemerintah.

Xiaomi di Tengah Badai Geopolitik

Xiaomi berada di tengah "badai sempurna" geopolitik antara AS dan China. Status mereka sebagai produsen HP nomor tiga dunia tidak membuat mereka kebal dari serangan politik Washington.

Jika usulan ini diterima oleh Pentagon, Xiaomi harus bersiap menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian ekonomi.

Persaingan Adidaya dan Korban Teknologi

Dunia teknologi bukan lagi sekadar soal inovasi dan harga murah, melainkan soal keamanan nasional dan keberpihakan politik. Sisi gelap dari persaingan ini kembali memakan korban, dan kali ini giliran Xiaomi yang harus berjuang.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow