BRIN Sulap Air Banjir Jadi Air Minum dengan Teknologi Arsinum
Banjir di Sumatra picu krisis air bersih. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hadirkan solusi teknologi Arsinum, mengubah air banjir menjadi air layak minum. Tiga unit disiapkan di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah.
BRIN Atasi Krisis Air Bersih dengan Arsinum
BRIN bergerak cepat mengatasi krisis air bersih yang melanda Sumatra akibat banjir. Mereka menerjunkan teknologi Arsinum, sebuah inovasi yang mampu mengubah air banjir menjadi air layak minum. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak yang kesulitan mengakses air bersih.
Arsinum: Solusi Cerdas Air Bersih dari Air Banjir
Arsinum adalah teknologi pengolahan air canggih yang dirancang untuk mengubah air banjir yang keruh dan berlumpur menjadi air bersih yang aman dikonsumsi. Alat ini dipasang pada mobil khusus agar mudah dipindahkan ke lokasi bencana.
Kapasitas dan Mobilitas Arsinum
Satu unit Arsinum mampu menghasilkan 10.000 liter air bersih per hari. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di pengungsian. Mobilitasnya yang tinggi memungkinkan Arsinum menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.
Uji Coba dan Keamanan Air Arsinum
Arif Satria, Kepala BRIN, menegaskan komitmen lembaganya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia bahkan telah meminum langsung air hasil olahan Arsinum untuk membuktikan keamanannya.
“Kita mengembangkan Arsinum yang benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Air banjir yang bisa diubah menjadi air minum dan kemarin sudah teruji. Saya langsung minum airnya dan masyarakat semangat sekali,” ujar Arif, Senin (22/12/2025).
Proses Pengolahan Air dengan Arsinum
Air banjir disalurkan ke dalam sistem Arsinum. Melalui serangkaian tahapan penyaringan dan pemurnian, air kotor tersebut diolah hingga memenuhi standar air minum yang ditetapkan.
“Jadi air kotor itu, air banjir berlumpur itu dimasukkan ke situ. Kemudian air bersih dan orang bisa minum,” jelas Arif.
Edukasi Masyarakat dan Jaminan Kualitas Air
BRIN tidak hanya menyediakan alat, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara penggunaan dan manfaat Arsinum. Para peneliti juga diterjunkan ke lapangan untuk memastikan kualitas air yang dihasilkan.
Standar Kualitas Air Minum Arsinum
Wahyu Hidayat, Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, memastikan bahwa air minum hasil olahan Arsinum telah memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan.
Air yang diproduksi Arsinum setara dengan air minum kemasan dengan TDS di bawah 80mg/L.
Pengembangan Teknologi Arsinum ke Depan
BRIN terus berupaya mengembangkan teknologi Arsinum agar mampu memproduksi air minum lebih banyak lagi. Targetnya, kapasitas produksi dapat ditingkatkan menjadi 20.000 liter per hari.
Potensi Arsinum untuk Produksi Air Bersih Skala Besar
Selain air minum, Arsinum juga mampu memproduksi air bersih dalam jumlah besar, mencapai 20.000 hingga 30.000 liter per hari. Ini membuka peluang pemanfaatan Arsinum untuk berbagai kebutuhan air bersih lainnya.
Arsinum: Harapan di Tengah Bencana
Inovasi Arsinum membuktikan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana. Dengan menyediakan air bersih di tengah krisis, BRIN memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Penerapan Arsinum di Masa Depan
Teknologi Arsinum diharapkan dapat diterapkan secara luas sebagai solusi cepat dan efektif dalam menghadapi krisis air bersih akibat bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow