Google Akuisisi Intersect Power Rp79 T Demi Amankan Pasokan Energi AI

Google Akuisisi Intersect Power Rp79 T Demi Amankan Pasokan Energi AI

Smallest Font
Largest Font

Perlombaan pengembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong Google mengakuisisi Intersect Power senilai US$ 4,75 miliar atau setara Rp79 triliun. Akuisisi perusahaan infrastruktur energi dan pusat data ini menjadi sinyal bahwa ketersediaan listrik sama pentingnya dengan inovasi teknologi dalam menopang operasional AI berskala besar.

Akuisisi Intersect Power untuk Dukung Pusat Data AI

Alphabet Inc., induk perusahaan Google, mengakuisisi Intersect Power di tengah meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung pusat data skala besar dalam pengembangan model AI. Sebelum akuisisi, Google telah berinvestasi dalam sejumlah proyek energi dan pusat data yang dikembangkan oleh Intersect. Akuisisi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Alphabet dalam memperluas kapasitas.

Chief Executive Officer Alphabet, Sundar Pichai, menyatakan akuisisi Intersect memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam memperluas kapasitas pusat data sekaligus menata ulang solusi energi untuk pembangkit listrik baru. Intersect Power dikenal fokus pada pengembangan energi terbarukan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri berintensitas energi tinggi, termasuk pusat data.

Tekanan Pasokan Energi di Industri Teknologi Global

Langkah strategis Alphabet muncul di tengah meningkatnya tekanan pasokan energi yang dihadapi industri teknologi global. Pusat data untuk AI memerlukan daya listrik yang jauh lebih besar dibandingkan infrastruktur cloud konvensional. Pelatihan model AI berskala besar membutuhkan kapasitas komputasi tinggi, sehingga mendorong lonjakan konsumsi energi listrik.

Operasional Intersect Setelah Akuisisi

Menurut ketentuan kesepakatan, Intersect akan tetap beroperasi secara terpisah dari Alphabet dan Google di bawah merek Intersect. Akuisisi ini diperkirakan akan mempercepat realisasi pembangunan kampus pusat data yang telah dirancang Google untuk mendukung infrastruktur AI di kawasan Armstrong dan Haskell, Texas, Amerika Serikat.

Intersect direncanakan bekerja sama dengan tim infrastruktur teknis milik Google, termasuk di lokasi pembangkit listrik dan data center di Texas.

Pergeseran Strategi Bisnis di Industri Pusat Data

Semakin agresifnya raksasa teknologi dalam mengamankan pasokan energi menunjukkan adanya pergeseran strategi bisnis di industri pusat data. Investasi di sektor infrastruktur energi kini menjadi perhatian utama, seiring meningkatnya ketergantungan pada listrik berskala besar dan berkelanjutan. Perusahaan teknologi tidak lagi sekadar menjadi pengguna energi, melainkan mulai bertindak layaknya perusahaan utilitas.

Langkah Serupa dari Para Pesaing Google

Langkah Google sejalan dengan strategi serupa yang dilakukan oleh para pesaingnya. Amazon Web Services (AWS) mengakuisisi kampus pusat data bertenaga nuklir milik Talen Energy di Pennsylvania senilai US$ 650 juta. Investasi tersebut bertujuan menjamin pasokan listrik bebas karbon.

Microsoft memilih jalur berbeda dengan menandatangani kesepakatan pembelian listrik jangka panjang bersama Constellation Energy untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir di Three Mile Island. Selain itu, Microsoft juga berinvestasi pada teknologi fusi nuklir sebagai sumber energi masa depan.

Fondasi Strategi Jangka Panjang Google dalam AI

Akuisisi Intersect Power berpotensi menjadi fondasi penting bagi strategi jangka panjang Google dalam menjaga keberlanjutan operasional AI. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Google dalam menghadapi lonjakan permintaan komputasi yang diprediksi terus meningkat seiring adopsi AI di berbagai sektor. Di era ketika AI menjadi tulang punggung inovasi, ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan akan menjadi penentu utama siapa yang mampu bertahan dan memimpin di masa depan.

Masa Depan AI Ditentukan oleh Infrastruktur Energi

Fenomena ini menegaskan bahwa dalam persaingan AI global, kepemilikan cip canggih dan algoritma mutakhir tidak lagi cukup. Pasokan listrik yang masif, stabil, dan berkelanjutan kini menjadi fondasi utama. Akuisisi Intersect oleh Alphabet menjadi bukti bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan mesin, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur energi yang mendukungnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow