Nvidia Investasi Rp 83 Triliun ke Intel, Era Kolaborasi AI Dimulai!
Industri teknologi dikejutkan dengan investasi Nvidia sebesar $5 miliar (sekitar Rp 83 triliun) ke Intel, rivalnya. Kesepakatan bersejarah ini menandai babak baru kolaborasi dalam pengembangan teknologi AI, setelah disetujui oleh Komisi Perdagangan Federal (FTC) pada 29 Desember.
Investasi Nvidia Selamatkan Intel?
Para ahli menilai investasi ini sebagai momen penting bagi Intel yang tengah berjuang dengan masalah keuangan akibat ekspansi produksi dan strategi yang kurang tepat. Kehadiran Nvidia sebagai pemegang saham besar menunjukkan kepercayaan pasar terhadap masa depan Intel.
Menurut pengajuan sekuritas, Nvidia membeli 214,7 juta saham Intel melalui "penempatan pribadi" dengan harga sekitar $23,05 - $23,28 (Rp386 ribu - Rp390 ribu) per saham. Dana ini langsung masuk ke kas Intel.
Dengan investasi ini, Nvidia memiliki sekitar 4% saham Intel. Namun, Nvidia tidak akan mendapatkan perlakuan khusus, seperti kursi di dewan direksi atau akses ke data rahasia perusahaan. Mereka memiliki hak yang sama dengan pemegang saham lainnya.
Kemitraan Teknologi untuk Era AI
Kesepakatan ini bukan hanya tentang investasi finansial, tetapi juga tentang kolaborasi teknis yang mendalam.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebutnya sebagai "kemitraan bersejarah" yang telah berkembang selama setahun. Kedua perusahaan akan bekerja sama membangun kembali computing stack untuk era AI.
Fokus Kemitraan
Kemitraan ini berfokus pada dua area utama:
- Pusat Data: Intel akan mengembangkan CPU x86 kustom yang dioptimalkan untuk bekerja dengan GPU Nvidia.
- PC Konsumen: Komputer pribadi masa depan akan menampilkan prosesor Intel yang terintegrasi dengan "chiplet" Nvidia dari seri RTX.
NVLink: Kunci Peningkatan Kinerja AI
Teknologi utama dalam kolaborasi ini adalah penggunaan NVLink. NVLink adalah teknologi milik Nvidia yang menawarkan kecepatan transfer data 10 kali lebih cepat dibandingkan teknologi PCle. Hal ini akan meningkatkan kinerja AI secara signifikan.
Keuntungan Lebih Besar untuk Nvidia?
Meskipun saham Intel melonjak 20% setelah berita ini, analis berpendapat Nvidia mungkin mendapat keuntungan lebih besar. Kemitraan ini memberi Nvidia akses langsung ke ekosistem x86 yang luas, fondasi hampir semua sistem modern Windows dan Linux. Nvidia dapat menawarkan solusi AI yang sangat kompatibel dengan software enterprise yang ada.
Stabilitas untuk Intel
Bagi Intel, kesepakatan ini memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan.
Hal ini juga meyakinkan pelanggan dan pemerintah AS bahwa Intel tetap menjadi pemimpin dalam teknologi semikonduktor, meskipun menghadapi masalah keuangan.
Investor Lain Ikut Mendukung Intel
Nvidia bukan satu-satunya yang berinvestasi pada Intel di tahun 2025:
- Pemerintah Amerika Serikat: Membeli saham 10% senilai hampir $9 miliar (sekitar Rp150 triliun) pada bulan Agustus.
- SoftBank: Menginvestasikan $2 miliar (sekitar Rp33 triliun) bulan lalu.
Investasi ini membantu menopang bisnis Intel, tetapi tantangan manufaktur masih ada.
Era Kolaborasi dalam Industri Teknologi
Kolaborasi ini menandai perubahan dalam industri teknologi. Alih-alih bersaing untuk dominasi total, kedua perusahaan mengakui bahwa revolusi AI membutuhkan pendekatan hibrid.
Seperti yang dikatakan Jensen Huang,
"..." kata Jensen Huang.
Meskipun Nvidia akan terus mengembangkan CPU berbasis arsitektur ARM, kesepakatan ini memastikan relevansinya di pasar x86. Bagi konsumen dan perusahaan, ini berarti perangkat yang lebih kuat, efisien, dan canggih akan segera hadir, didukung oleh keahlian gabungan dari dua perusahaan chip terkemuka di dunia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow