Rusia Berencana Bangun PLTN di Bulan pada 2036, Saingi Ambisi AS

Rusia Berencana Bangun PLTN di Bulan pada 2036, Saingi Ambisi AS

Smallest Font
Largest Font

Rusia secara resmi mengumumkan rencana ambisiusnya untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Bulan sebelum tahun 2036. Proyek ini bertujuan menyediakan sumber energi stabil untuk program eksplorasi Bulan dan pembangunan Stasiun Penelitian Bulan Internasional yang merupakan kolaborasi dengan Cina.

Ambisi Rusia Bangun PLTN di Bulan

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, telah mengonfirmasi bahwa proyek ini telah memasuki fase formal, bekerja sama dengan firma kedirgantaraan Lavochkin Association. Walaupun Roscosmos menggunakan istilah "pembangkit listrik", keterlibatan Rosatom (perusahaan nuklir Rusia) dan Kurachtov Institute menegaskan bahwa fasilitas ini akan menggunakan energi nuklir.

Alasan Pemilihan Energi Nuklir

Tenaga nuklir dipilih karena kondisi ekstrem di Bulan. Malam di Bulan berlangsung sekitar 336 jam (14 hari Bumi), membuat panel surya tidak efektif dan suhu turun drastis. Reaktor nuklir menawarkan solusi tenaga tanpa henti yang tidak terpengaruh oleh kegelapan, suhu dingin, atau debu Bulan.

Peran PLTN dalam Misi Luar Angkasa

Menurut Roscosmos, PLTN ini akan menjadi tulang punggung operasi berteknologi tinggi, menyediakan listrik untuk robot penjelajah, observatorium ilmiah, dan infrastruktur pangkalan Bulan Rusia-Cina. Pimpinan Roscosmos menjelaskan proyek ini sebagai transisi penting dari misi sekali jalan ke misi jangka panjang dengan stasiun penelitian permanen.

Ekspansi Tujuan ke Venus

Kepala Roscosmos, Dmitry Bakanov, menghubungkan pengembangan tenaga nuklir ini dengan tujuan yang lebih luas, termasuk penjelajahan Venus. Rusia, satu-satunya negara yang berhasil mendarat di Venus, melihat ini sebagai simbol kekuatan nasional dan keahlian teknik.

Persaingan dengan Amerika Serikat

Rusia bukan satu-satunya negara yang terlibat dalam perlombaan ini. NASA mengumumkan pada Agustus 2024 tujuannya untuk menempatkan reaktor nuklir di permukaan Bulan sebelum kuartal pertama tahun fiskal 2030.

Perlombaan Strategis ke Bulan

Pejabat AS, termasuk Menteri Perhubungan Sean Duffy, menggambarkan ini sebagai kompetisi strategis. Amerika Serikat terlibat dalam perlombaan ke Bulan melawan Cina dan Rusia. Pasokan energi berkelanjutan dilihat sebagai oksigen misi ini, yang tanpanya manusia tidak dapat bertahan hidup cukup lama di Bulan untuk misi masa depan ke Mars.

Regulasi dan Kekhawatiran Terkait Teknologi Nuklir di Ruang Angkasa

Kehadiran teknologi nuklir di ruang angkasa menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan dan hukum. Hukum internasional saat ini melarang penempatan senjata nuklir di orbit atau benda langit. Penggunaan energi nuklir dalam pembangkit listrik untuk tujuan damai diizinkan asalkan memenuhi standar keselamatan dan regulasi internasional.

Potensi "Demam Emas" di Bulan

Analis menyebutkan potensi "demam emas" di Bulan. Penelitian dari Boeing dan NASA menunjukkan bahwa Bulan kaya akan sumber daya langka.

Masa Depan Eksplorasi Bulan

Menjelang 2036, Bulan menjadi medan pertempuran geopolitik dan ekonomi. Pengembangan tenaga nuklir di Bulan menandai era baru di mana ruang angkasa bukan hanya untuk observasi, tetapi juga untuk industrialisasi. Keberhasilan reaktor ini akan menentukan apakah kehadiran Rusia di Bulan menjadi kenyataan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow