Tesla Terancam Gagal Kembangkan Baterai 4680, Cybertruck Jadi Korban?

Tesla Terancam Gagal Kembangkan Baterai 4680, Cybertruck Jadi Korban?

Smallest Font
Largest Font

Kabar kurang baik menghampiri Tesla di akhir tahun 2025. Program sel baterai 4680 yang diharapkan jadi solusi mobil listrik murah, terancam gagal. Hal ini menyeret produksi Cybertruck ke dalam ketidakpastian komersial yang serius.

Krisis ini bermula dari pemangkasan nilai kontrak suplai komponen baterai antara Tesla dan L&F Co. sebesar 99%.

Anjloknya Kontrak dengan L&F Co.

Pada 2023, Tesla dan L&F Co. menyepakati kontrak senilai US$2,9 miliar untuk pengadaan komponen katoda nikel tinggi, yang dirancang khusus untuk sel baterai 4680. Namun, pada akhir 2025, nilai kontrak tersebut hanya tersisa US$7.386.

Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa Tesla telah menghentikan atau mengurangi pesanan mereka secara signifikan. Analis industri menyimpulkan bahwa produksi sel baterai 4680 tidak berjalan sesuai rencana.

Baterai 4680 dan Janji Mobil Listrik Murah

Elon Musk sebelumnya memperkenalkan baterai 4680 sebagai kunci untuk menciptakan mobil listrik seharga US$25.000. Saat ini, hanya Cybertruck yang menggunakan sel baterai ini secara eksklusif.

Ketika program baterai 4680 bermasalah, produksi dan distribusi Cybertruck otomatis terhambat.

Kendala Teknis dan Permasalahan Pasokan

Masalah teknis dalam memproduksi sel baterai secara massal dengan kualitas yang stabil ternyata lebih sulit dari perkiraan.

Kegagalan mengamankan pasokan katoda nikel tinggi dari L&F mengonfirmasi bahwa Tesla tidak lagi membutuhkan komponen tersebut dalam jumlah besar.

Paradoksnya, tanpa baterai 4680, Tesla kesulitan memproduksi Cybertruck secara massal. Tanpa permintaan Cybertruck yang tinggi, pengembangan baterai 4680 kehilangan urgensinya.

Penjualan Cybertruck yang Mengecewakan

Selain masalah teknis baterai, Cybertruck juga menghadapi masalah dari sisi permintaan pasar.

Pabrik Giga Texas dirancang untuk memproduksi 250.000 unit Cybertruck per tahun. Namun, penjualan di tahun 2025 hanya mencapai 20.000 hingga 25.000 unit.

Penghentian Varian Termurah

Minat konsumen yang rendah diperparah dengan keputusan Tesla untuk menghentikan penjualan varian Cybertruck termurah pada September lalu.

Tesla kesulitan menemukan pembeli yang bersedia membayar untuk model entry-level, sementara biaya produksinya tetap tinggi.

Penurunan Penjualan Tesla di Eropa

Krisis baterai 4680 terjadi di tengah merosotnya performa penjualan Tesla secara keseluruhan, terutama di Eropa.

Data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (Acea) menunjukkan bahwa pada November 2025, Tesla hanya menjual 12.130 unit mobil baru di Uni Eropa, turun dari 18.430 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pangsa Pasar yang Menyusut

Akibat penurunan ini, pangsa pasar Tesla di Eropa menyusut dari 2,1% menjadi hanya 1,4%.

Pesaing dari China dan Eropa mulai merebut dominasi Tesla.

Tanpa model baru yang kompetitif, Tesla kehilangan momentum di pasar yang dinamis. Penurunan pangsa pasar ini mengindikasikan bahwa era dominasi Tesla mungkin telah berakhir.

Masa Depan Strategi Baterai Tesla

Kegagalan kontrak dengan L&F Co. memicu pertanyaan tentang strategi baterai Tesla ke depannya.

Apakah Tesla akan melanjutkan pengembangan baterai in-house atau kembali bergantung pada pemasok eksternal seperti Panasonic atau LG Energy Solution? Strategi integrasi vertikal Tesla terbukti berisiko besar.

Ancaman dari Kompetitor China

Jika Tesla tidak segera menyelesaikan masalah sel 4680, rencana mobil listrik murah akan tertunda.

Hal ini memberi ruang bagi BYD dan manufaktur China lainnya untuk menguasai pasar dunia. Akhir tahun 2025 menjadi momen penting bagi Tesla untuk merefleksikan inovasi dan eksekusi manufaktur.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow